Perkuat Kapasitas Mediator Perkara Perceraian, Pimpinan dan Hakim serta Mediator PA Wates Ikuti Visiting Lecture

pa-wates.go.id — Pengadilan Agama Wates mengirimkan jajaran pimpinan, Hakim, dan Mediator non Hakim untuk mengikuti kegiatan Visiting Lecture yang diselenggarakan di Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, Selasa (6/10/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat kapasitas para mediator, khususnya dalam memahami perspektif dasar psikologi pada proses mediasi perkara perceraian.
Delegasi PA Wates dipimpin langsung oleh Ketua PA Wates, Syarifah Isnaeni, S.Ag., M.H., bersama Wakil Ketua Adhayani Saleng Pagesongan, S.Ag., M.H., serta para hakim yaitu H. Muh Dalhar Asnawi, S.H., Muhamad Ainun Najib, S.H., M.H., Muhamad Faudzan, S.Sy., M.H., dan Akhmad Adib Setiawan, S.H.I. Turut mendampingi pula Panitera PA Wates Ahmad Fatkhurohman, S.H., M.H. dan Plh. Sekretaris Nanang Andrianto, S.T., M.M. Hadir pula dalam acara tersebut Mediator non Hakim PA Wates Ida Kristiana, S.H.,M.H dan Fajar Susilowati, S.H.,M.Hum., serta para tamu undangan pejabat struktural dan fungsional, hakim dan mediator non hakim dilingkungan PTA Yogyakarta.

Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Sutarno, S.I.P., M.M. Dalam sambutan pembukanya, Sutarno menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bagi para tenaga teknis peradilan, khususnya mediator, guna menghadapi dinamika dan kompleksitas perkara keluarga di peradilan agama.
Selanjutnya, Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menyampaikan keynote speech. Dalam arahannya, beliau menggarisbawahi bahwa keberhasilan mediasi sangat bergantung pada kemampuan mediator dalam membangun komunikasi yang empatik serta memahami kondisi psikologis para pihak yang berperkara.
Visiting Lecture tersebut menghadirkan jajaran pakar dari Universitas Negeri Semarang yang menyampaikan materi terkait penguatan kapasitas mediasi, antara lain Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si. mengulas materi "From Relationship to Flourishing: Understanding Well-Being in Marital and Family Relationships". Pemaparan ini berfokus pada pemahaman dinamika kesejahteraan psikologis dalam hubungan pernikahan dan keluarga.
Nara sumber kedua Mulawarman, M.Pd., Ph.D. memaparkan materi bertajuk "Empowering Individuals in Conflict: Self-Regulation, Communication, and Decision-Making". Ia menyoroti pentingnya regulasi diri serta pola komunikasi yang efektif dalam mendampingi para pihak mengambil keputusan di tengah situasi konflik.
Serta narasumber terakhir kandidat doktor S3 pada FIPP Unnes Hikmatun Balighoh Nur Fitriyati, S.Psi., M.Psi. membawakan materi "Beyond Reconciliation: Psychology-Informed Mediation in Divorce Cases". Ia menjelaskan teknik-teknik mediasi berbasis pendekatan psikologi yang relevan untuk diterapkan pada perkara perceraian.
Penguatan pemahaman psikologi dinilai menjadi instrumen krusial bagi para mediator di lingkungan peradilan agama. Mediasi bukan sekadar upaya formal menyelesaikan sengketa hukum, melainkan juga proses mengurai konflik emosional dan dinamika relasi suami-istri yang sedang mengalami keretakan.
Keikutsertaan jajaran PA Wates dalam pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan angka keberhasilan mediasi serta menghadirkan pelayanan peradilan yang humanis dan berkeadilan bagi masyarakat.
