Bimbingan Mental (Bimtal) Ashar oleh Panmud Gugatan

Pengadilan Agama Wates kembali menggelar kegiatan rutin Kultum/Bimbingan Mental (Bimtal) ba’da Ashar sebagai bagian dari pembinaan rohani bagi seluruh aparatur. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini diisi oleh Bapak Heru Purwanto, yang menyampaikan tausiyah penuh makna terkait hikmah pasca bulan suci Ramadhan dan pentingnya menjaga kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan mengingatkan bahwa berakhirnya bulan Ramadhan membawa dua perasaan yang bercampur dalam diri setiap muslim, yaitu rasa gembira dan rasa sedih. Rasa gembira karena akan menyambut Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum kemenangan, namun di sisi lain juga muncul rasa sedih karena harus berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah di mana pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya mempertahankan amalan ibadah yang telah dilatih selama bulan Ramadhan. Ibadah tidak boleh berhenti setelah Ramadhan berakhir, tetapi justru harus terus ditingkatkan dengan dilandasi niat yang ikhlas, agar setiap amal ibadah yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Bapak Heru Purwanto juga mengutip bahwa setiap amalan sangat bergantung pada niatnya. Keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap perbuatan, termasuk dalam berhijrah menuju kebaikan. Tanpa niat yang tulus, amalan yang dilakukan bisa kehilangan nilai di sisi Allah SWT.
Selanjutnya, beliau menyampaikan beberapa hal penting sebagai bekal dalam menjaga konsistensi ibadah, di antaranya:
Pertama, keikhlasan dalam beramal. Segala bentuk ibadah hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin mendapatkan pujian atau penilaian dari manusia.
Kedua, meneladani Rasulullah SAW dalam beribadah. Umat Islam dianjurkan untuk mengikuti cara dan tuntunan Rasulullah dalam menjalankan ibadah, sehingga ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Ketiga, mujahadah atau kesungguhan dalam beribadah. Beliau mengingatkan agar tidak menunda-nunda amal kebaikan. Setiap kesempatan untuk beribadah harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah akan mendapatkan petunjuk dari-Nya.
Keempat, istiqomah dalam beribadah. Istiqomah berarti konsisten dan terus menerus dalam menjalankan amal kebaikan. Meskipun amalan tersebut kecil, namun jika dilakukan secara berkesinambungan, maka akan lebih dicintai oleh Allah SWT.
Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus menerus walaupun sedikit. Oleh karena itu, seluruh aparatur Pengadilan Agama Wates diharapkan dapat menjaga semangat ibadah pasca Ramadhan dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Kultum/Bimtal ini diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh pegawai, serta membentuk pribadi yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, baik sebagai aparatur negara maupun sebagai hamba Allah SWT.
